Hi quest ,  Selamat datang  |  Buat Blog  |  My facebook  |  Cuti online KKG

Pencarian

Tampilkan postingan dengan label Ibu dan Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ibu dan Anak. Tampilkan semua postingan

Tips Mengatasi Biang Keringat Pada Si Kecil

Written By dti on Jumat, 06 Juli 2012 | 04.37

Apa itu Biang Keringat?

Meski tidak berbahaya, biang keringat pada kulit bayi patut diwaspadai agar tidak muncul infeksi. Semakin bertambah usia si Kecil, bertambah pula aktivitas dan gerak tubuhnya. Berlarian, melompat, memanjat atau berguling adalah sebagian kecil dari kepandaian baru yang digemarinya. Si Kecil tetap bermain dengan riang meski kulitnya lembap akibat keringat yang bercucuran.


Pernahkan Bunda melihat bintik-bintik merah yang menimbulkan rasa gatal pada kulit si Kecil? Mungkin saja si Kecil mengalami biang keringat atau sering disebut 'keringet buntet'. Biang keringat (dalam istilah media disebut Miliaria) adalah kelainan kulit yang umum terjadi pada anak dan biasanya muncul pada bagian yang berkeringat, seperti leher, tengkuk, dahi, dada, punggung dan bagian tubuh lain yang tertutup pakaian.
Meskipun biang keringat tidak berbahaya, namun bila kulit si Kecil lecet akibat garukan, kulit bisa terinfeksi bakteri dan jamur.


Tips pencegahan Biang Keringat:
  • Mandikan bayi 2 kali sehari agar kulitnya tetap bersih.
  • Taburkan Baby Powder pada lipatan-lipatan kulit bayi. Gunakan Powder/ bedak yang dapat membantu mengatasi biang keringat.
  • Pastikan kulit bayi benar-benar kering sebelum menaburkan bedak, karena bedak yang tercampur keringat dapat menimbulkan penyumbatan pori-pori dan memudahkan terjadinya infeksi bakteri atau jamur.
  • Bila bayi Anda mudah berkeringat, sering-seringlah  menyeka  tubuhnya dengan handuk lembut
  • Pilihlah pakaian berbahan katun yang lebih menyerap keringat.
  • Sering-seringlah mengganti pakaian si Kecil apabila terasa lembap/basah.



04.37 | 0 komentar

5 Tahap Menyiapkan Dana Pendidikan

Written By dti on Senin, 25 Juni 2012 | 10.56

Biaya pendidikan saat ini semakin lama semakin besar. Oleh karena itu, dana pendidikan harus dipersiapkan jauh-jauh hari dan bukannya ketika anak akan masuk sekolah.
Keluarga yang sudah memahami pengeluaran keluarga dan memiliki perencanaan keuangan biasanya telah mempersiapkan dana pendidikan sejak anak lahir.


Ada sejumlah tahapan dalam mempersiapkan dana pendidikan. 
Pertama, menentukan sekolah anak. Keluarga harus tahu dengan jelas pendidikan yang diinginkan bagi sang anak dan disesuaikan dengan kemampuan anak. Keluarga tidak bisa memaksakan anak untuk bersekolah di sekolah yang standar nilainya jauh di atas kemampuan anak.
Kedua, menghitung seluruh biaya yang diperlukan untuk pendidikan anak-anak. Keluarga harus mengumpulkan informasi mengenai biaya yang dibutuhkan untuk pendidikan anak-anak. Biaya tersebut termasuk biaya sekolah, biaya pembangunan, biaya rekreasi, biaya buku-buku, serta biaya lain.
Ketiga, menentukan tingkat inflasi mulai sekarang sampai anak masuk sekolah bahkan ketika anak-anak menempuh pendidikan di sekolah tersebut. Tingkat inflasi bisa diperhitungkan dengan menggunakan asumsi tingkat inflasi sekarang. Bila tingkat inflasi sekarang terlalu kecil, estimasi tingkat inflasinya harus dinaikkan. Bila tahun ini kita mempunyai inflasi 5 persen, keluarga sebaiknya menaikkan inflasi sekitar 6 persen sampai dengan 7 persen.
Pemerintah sendiri mempunyai inflasi sesuai harapan, moderat, dan terjelek. Keluarga juga bisa bertanya kepada lembaga penelitian atau lembaga yang menerbitkan inflasi, seperti Badan Pusat Statistik atau pakar ekonomi, agar bisa mendapatkan angka inflasi yang valid dan dipercaya untuk melakukan estimasi ke masa mendatang.
Keempat, melakukan perhitungan terhadap tingkat bunga yang berlaku pada masa mendatang. Tingkat bunga yang diramalkan pada masa mendatang tersebut tidak terlepas dari tingkat inflasi yang diestimasikan. Tingkat bunga merupakan refleksi dari tingkat inflasi yang berlaku. Oleh karena itu, keluarga harus mendapatkan tingkat bunga riil yang dikehendaki pemerintah setiap tahunnya. Bila tingkat bunga riil yang dikehendaki pemerintah sekitar 1 persen sampai dengan 2 persen seperti sekarang ini, tingkat bunga yang berlaku merupakan hasil jumlah tingkat bunga riil dengan inflasi. Bila inflasi 7 persen, tingkat bunga yang berlaku sebesar 8 persen sampai dengan 9 persen.
Kelima, menentukan besaran tabungan yang dilakukan. Bila dana yang dibutuhkan telah ditentukan dan jumlah waktu anak untuk sampai sekolah tersebut, keluarga dapat menentukan jumlah tabungan setiap bulan. Misalnya, keluarga membutuhkan dana sebesar Rp 75 juta, dimana dana ini dibutuhkan lima tahun mendatang atau 60 bulan, maka dana yang harus disisihkan dari pendapatan keluarga setiap bulannya sebesar Rp 1,25 juta. Artinya, dana tabungan sebesar Rp 1,25 juta ini disimpan di bawah bantal, belum dikembangbiakkan melalui investasi. Bila keluarga melakukan investasi, dana yang disisihkan akan lebih kecil dan sangat baik bila lebih lama melakukan investasi.

10.56 | 0 komentar

Beri Asupan Energi Lebih Lama untuk Anak

Sebagai orang tua, Anda perlu memahami semua hal yang dibutuhkan untuk mengoptimalkan pertumbuhan sang buah hati, terutama saat mereka sedang berada pada masa golden year. Di masa golden year, otak anak usia 1 – 6 tahun bertumbuh dan berkembang hingga 90% ukuran otak orang dewasa.

Selain itu, ada fakta perlu Anda ketahui. Rata-rata berat otak anak usia 1-6 tahun lebih kecil dari 10% berat tubuh, namun otak membutuhkan energi yang besar, yaitu lebih dari 40% dari total energi tubuh. Dan berbeda dengan tubuh, otak tidak bisa menyimpan energi. Selain itu otak selalu aktif bekerja bahkan ketika sang buah hati sedang tidur. Karenanya otak membutuhkan energi secara terus-menerus agar anak dapat bertumbuh dan berkembang secara optimal.

Isomaltulosa, sejenis karbohidrat disakarida, diketahui dapat memberikan asupan energi yang lebih lama. Isomaltulosa yang secara alami dapat ditemukan dalam tebu dan madu, telah disetujui penggunaannya oleh otoritas kesehatan di lebih dari 40 negara di dunia, termasuk Indonesia.

Menindaklanjuti manfaat dari Isomatulosa ini, FrieslandCampina (induk perusahaan Frisian Flag Indonesia) bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran salah satu universitas terkemuka di Indonesia untuk melakukan uji klinis terhadap anak-anak usia 5-6 tahun di Indonesia. Hasil uji klinis menunjukkan bahwa anak-anak yang mengonsumsi susu pertumbuhan dengan Isomaltulosa, mineral dan vitamin tertentu, dapat berkonsentrasi dan memiliki daya ingat lebih baik selama kurang lebih 3 jam dibandingkan mereka yang mengonsumsi susu tanpa Isomaltulosa
10.20 | 0 komentar

Pendidikan Usia Dini Optimalkan Potensi Anak

Merancang waktu bermain dengan anak bukanlah hal yang mudah bagi para orangtua yang waktunya semakin sempit karena kesibukan kerja. Padahal, bermain merupakan bagian dari perkembangan anak yang  tidak bisa dilepas begitu saja, terutama anak usia dini yang sedang memasuki tahap usia emas.


Di usia emas (0-3) tahun anak membutuhkan banyak stimulus agar saraf-safaf di otaknya semakin berkembang sehingga kecerdasannya bisa optimal. Aktivitas yang tepat di usia ini akan mendukung perkembangannya kelak.


Beruntung karena kini sekolah anak usia dini makin banyak sehingga orangtua memiliki pilihan yang lebih beragam. Namun di sisi lain hal ini menimbulkan tantangan tersendiri dalam menentukan sekolah terbaik di antara sekian banyak tawaran.


Para pakar perkembangan anak menuturkan, sekolah yang baik bukan diukur dari bangunan fisiknya saja tapi juga "kurikulumnya". Hendaknya sekolah tidak terlalu menekankan pada aspek kognitif saja tapi juga aspek lain seperti kecerdasan intelektual, emosi, sosial, serta psikomotorik anak.


Karena anak di usia dini masih memerlukan perkembangan motorik, sebaiknya pilih sekolah yang menyediakan fasilitas permainan yang sesuai dengan kebutuhan stimulasi anak.


Salah satu sekolah untuk anak usia dini yang telah berpengalaman lama, KindyROO, bisa menjadi pilihan. Sekolah yang didirikan 30 tahun lalu oleh Margaret Sasse di Melbourne, Australia, ini kini telah hadir di Jakarta, yakni di Kemang Square Jakarta Selatan.


Aktivitas yang dilakukan anak di KindyROO adalah kegiatan bermain yang terarah yang disesuaikan dengan kebutuhan anak. "Dengan menstimulasi otak anak di usia dini bisa membantu kemampuannya dalam menangkap atau menyerap pelajaran lebih cepat ketika mereka masuk sekolah," kata Paulin, principal di KindyROO Jakarta.


Kegiatan kelas di KindyROO dimulai dengan bernyanyi bersama lalu dilanjutkan dengan berbagai aktivitas menarik di bawah bimbingan para pengajar berpengalaman. “Setiap lagu yang dinyanyikan, setiap permainan yang dimainkan, setiap aktivitas dirancang secara khusus untuk memaksimalkan kemampuan anak untuk belajar,” kata Margareth Sasse, pendiri KindyROO.
Yang menarik selain mendidik anak, orangtua atau pengasuh anak juga bisa ikut terlibat dalam aktivitas anak sehingga mereka mendapat pengalaman cara-cara yang tepat untuk menstimulasi anak di rumah.


Setiap minggunya akan diberikan tema berbeda untuk menjadi panduan belajar. Demikian juga dengan permainan musik. Membiasakan anak bermain musik sejak dini dipercaya sangat penting dampaknya untuk membangun fondasi anak di bidang bahasa, matematika, ritme, dan juga seni.


Seluruh peralatan permainan yang tersedia didesain khusus untuk melatih anak melatih keterampilan motorik kasar, misalnya memanjat, melompat, merangkak, dan sebagainya. "Susunan dan setting alat permainan di tempat kami juga sering diganti untuk memberi tantangan baru," kata Paulin.


Aneka kelas


Untuk pendidikan anak usia dini, KindyROO membuka beberapa kelas mulai dari anak usia 6 minggu hingga di atas 4 tahun.


Kelas yang tersedia untuk bayi usia 6 minggu sampai bayi yang sudah siap merangkak disebut kelas Non-mobile babies ditujukan untuk menstimulasi perkembangan motorik dan sensorik anak. Di kelas ini orangtua juga bisa menghabiskan waktunya bermain bersama bayi. Aktivitas utamanya adalah melatih kekuatan, keseimbangan, dan kesadaran tubuh pada bayi.
“Berbagai macam permainan positif di sini membuat saya tertantang melatih skill motorik anak," kata Deasy, ibu dari Sammy (5,5 bulan) yang memasukkan anaknya di kelas Non-mobile babies.


Kelas selanjutnya adalah mobile babies bagi bayi-bayi yang sudah mulai merangkak. Aktivitas di kelas ini ditujukan untuk merangsang panca indera bayi seperti indera penglihatan dan pendengaran yang akan membantu perkembangan bahasanya.


Kemudian ada kelas untuk bayi yang sudah bisa berjalan hingga dua tahun. Kegiatan-kegiatan di kelas ini lebih difokuskan untuk melatih keterampilan tangan sambil membangun pengenalan bahasa.


Untuk anak yang lebih besar, usia 2-3 tahun, anak-anak diajak untuk lebih mandiri serta melatih konsentrasi anak. Anak-anak juga dilatih mendengarkan instruksi dengan baik dan diperkenalkan konsep kata yang lebih mendalam dari kelas sebelumnya.


Sementara itu untuk kelas anak usia 3-4 tahun anak diajak belajar mengikuti instruksi yang lebih rumit, bekerja sama dalam kelompok, dan juga belajar memecahkan masalah. Terakhir, untuk kelas anak berusia lebih dari 4 tahun, aktivitas yang tersedia dirancang untuk menstimulasi anak agar tidak mengalami kesulitan dalam belajar di kemudian hari.
10.13 | 0 komentar

Tips Memilih Tabungan Pendidikan

Written By dti on Minggu, 03 Juni 2012 | 11.36

Seberapa pentingkah tabungan pendidikan bagi Si Kecil?
Sebagai orang tua yang menginginkan masa depan anak yang cerah dan terjamin, Tabungan Pendidikan sangatlah PENTING. Kita memiliki tugas dan tanggung jawab untuk memberikan yang terbaik buat anak kita. Salah satu yang terpenting adalah memberikan jaminan mendapatkan pendidikan kepada anak kita, karena memang itu adalah hak sebagai seorang anak.
Seperti kita ketahui serta rasakan, biaya pendidikan yang terus meningkat dari waktu ke waktu tentu akan menyulitkan kita sebagai orang tua jika tidak mempersiapkannya. Jika kita berencana memiliki anak atau berencana untuk menyekolahkan si kecil dalam beberapa tahun ke depan, alangkah lebih baik kita mulai untuk  menghitung dan mempersiapkan dana pendidikan sedini mungkin. Persiapan dini dengan menabung merupakan solusi terbaik bagi orang tua & anak.

Beberapa manfaat Tabungan Pendidikan :
  • Kepastian dana untuk pendidikan anak sesuai rencana,
  • Meningkatkan kedisiplinan dalam menabung.
  • Mendapatkan manfaat asuransi bebas premi
  • Sarana investasi dengan mendapat bunga lebih tinggi dibandingkan Tabungan biasa
Tips memilih Tabungan Pendidikan :
  • Pilih & tentukan jangka waktu yang sesuai dengan planning
  • Pilih setoran bulanan yang sesuai dengan kemampuan.
  • Pilih yang memberikan kita fleksibilitas.
  • Pilih Tabungan Pendidikan yang memberikan manfaat tambahan yang lebih besar seperti asuransi jiwa otomatis,  asuransi kesehatan atau yang lainnya.  Jangan menambahkan manfaat yang tidak perlu.
  • Jika kita mempunyai planning untuk mengikuti lebih dari satu Tabungan Pendidikan maka pilih Tabungan Pendidikan yang menjamin "asuransi akan tetap diberikan meskipun kita memiliki asuransi sejenis pada lembaga asuransi lain".
  • Atau Jika kita ingin mengikuti Program Tabungan Pendidikan untuk jumlah anak lebih dari satu maka  pilih yang dapat membuka lebih dari satu rekening. pilihan ini memberikan alternatif kemudahan dalam operasionalnya.
Selamat mempersiapkan dana pendidikan anak.
11.36 | 0 komentar

Hubungan Antara Musik dan Otak

Written By dti on Rabu, 30 Mei 2012 | 01.12


Musik memiliki hubungan dan pengaruh yang sangat kuat terhadap otak. 
Penelitian membuktikan bahwa musik, terutama musik klasik sangat mempengaruhi perkembangan IQ (Intelegent Quotien) dan EQ (Emotional Quotien). Bahkan dalam dunia kedokteran menganjurkan bagi ibu  - ibu yang sedang hamil untuk memutar dan mendengarkan musik karena dapat mempengaruhi perkembangan otak bayi yang ada dalam kandungan. Di percaya seorang anak yang sejak kecil terbiasa mendengarkan musik akan lebih berkembang kecerdasan emosional dan intelegensinya dibandingkan dengan anak yang jarang mendengarkan musik. Fakta dalam kehidupan sehari - hari pengaruh musik terhadap otak adalah musik membantu anak-anak dalam mengingat seperti urutan huruf alfabet. Berawal dari hafal sebuah lagu akhirnya anak - anak bisa menghafal dan mengetahui huruf, angka, warna, bentuk dan yang lainnya. Ini dapat terjadi karena lagu memanfaatkan sistem mendasar dalam otak kita yang sensitif terhadap melodi dan irama. Sekali lagi Antara musik dan otak memiliki hubungan yang sungguh erat dan Musik merupakan salah satu cara yang luar biasa dalam mempengaruhi perkembangan serta kinerja otak, sebab struktur yang merespon musik di otak, berkembang lebih awal dari struktur yang merespon bahasa. 


Musik juga mampu mempengaruhi perkembangan intelektual anak sekaligus membuat anak pintar bersosialisasi. Namun tidak semua jenis musik berpengaruh positif, walaupun hanya sekadar menjadi pengantar tidur. Banyak pakar musik maupun pendidik telah mengadakan penelitian untuk melihat efek positif dari beberapa jenis musik. Fakta terbaru menyimpulkan bahwa semua musik berirama tenang dan mengalun lembut dipercaya dapat memberi efek yang baik bagi bayi, dan anak-anak bahkan orang dewasa sekalipun. Musik yang dapat dipergunakan untuk pendidikan dan alat mempertajam kecerdasan manusia adalah musik yang mempunyai keseimbangan 3 unsur: Melody, Ritme, dan Timbre (tone colour). Pada Musik, IQ, EQ, SQ dapat diibaratkan seperti beat, irama, dan melodi. IQ (Intelegent Quotien), EQ (Emotional Quotien) dan SQ (Spiritual Quotien) berpengaruh sangat besar pada proses perkembangan kecerdasan seorang anak. 
Anak yang sejak dalam kandungan terbiasa didengarkan musik biasanya kecerdasan emosional dan intelegensinya lebih berkembang dibandingkan dengan anak yang jarang mendengarkan musik. Dalam otak manusia terdapat reseptor (sinyal penerima) yang bisa mengenali musik. Otak bayi pun sudah dapat menerima musik tersebut meski dengan kemampuan terbatas karena pertumbuhan otaknya belum sempurna. Musik merupakan salah satu stimulasi untuk mempercepat dan mempersubur perkembangan otak bayi. Bila anak terbiasa mendengar musik yang indah, banyak sekali manfaat yang akan dirasakan oleh anak. Tidak saja meningkatkan kognisi anak secara optimal, juga membangun kecerdasan emosional. Selain manfaat kognitif dan emosi, masih banyak lagi kegunaan musik bagi anak-anak. Contohnya, meningkatkan perkembangan motoriknya, meningkatkan kemampuan berbahasa, matematika, sekaligus kemampuan sosialnya, dan membangun rasa percaya diri. 
Gordon Shaw dari Universitas California, Los Angeles, membagi sekelompok anak menjadi 3 kelompok: Belajar Musik, Belajar Komputer, dan Belajar Keterampilan. Ternyata kelompok pertama menunjukkan perkembangan yang dramatis, yaitu 35% lebih cerdas dari kelompok kedua maupun ketiga.
Unsur-unsur musik yang dapat berpengaruh dalam mencerdasan anak antara lain, musik yang mengandung nada pendek dan panjang nilai ketukan (tanda birama), potensi tinggi rendah nada, dinamika, transpla suara (mengukur ketinggian nada dari satu nada ke nada yang lain). Dengan unsur-unsur tersebut anak belajar matematika dan mengekpresikan nada tinggi dan rendah yang berbeda-beda, fantasi, emosi, dan dapat mengontrol emosi. Selain itu, melalui syair dari lagu-lagu yang sederhana, dapat merangsang untuk mencari kalimat-kalimat yang lain. Seperti lagu yang sederhana yakni balonku ada lima, naik-naik ke puncak gunung, dapat diterapkan lebih meningkat ke lagu-lagu atau bentuk-bentuk yang lebih sulit seperti I have a dream, dan You raise me up. 
Manfaat belajar musik yang akan dirasakan oleh antara lain manfaat bersosialisasi, melatih empati dan menumbuhkan musikalitas anak dengan menggunakan lagu dan gerakan–gerakan yang merangsang koordinasi bagian otak, serta melatih gaya belajar anak yang disesuaikan dengan usia anak. Sedangkan alat musik yang direkomendasikan antara lain, organ dan piano. Dentingan kedua alat musik ini bisa merangsang otak anak untuk lebih berkreasi. Tidak hanya dua alat musik itu saja, biola dan alat gesek tradisional, seperti kecapi juga kian banyak diminati, karena manfaat yang di dapat.
01.12 | 0 komentar

Gumoh pada Bayi

Written By dti on Kamis, 24 Mei 2012 | 16.08

Bagi anda yang memiliki bayi pastinya akan mengalami hal seperti ini yaitu Re -gurgitasi atau gumoh. Gumoh adalah proses fisiologis normal pada bayi saat isi lambung balik keluar lewat mulut. Gejala tersebut lumrah ditemui pada bayi baru lahir hingga berusia tiga bulan.  
Orangtua tidak perlu khawatir, tetapi harus waspada bila intensitasnya meningkat. Orangtua waspada bila bayi rewel seusai gumoh, nafsu makan turun, dan berat badan turun. Bisa jadi asam lambung ikut keluar sehingga kerongkongan meradang dan menyakitkan bayi dalam menelan makanan. Berdasarkan penelitian di RS Cipto Mangunkusumo pada tahun 2004 atas 138 bayi baru lahir, kecenderungan regurgitasi terlihat pada awal kelahiran kemudian menurun hingga usia 1 tahun. Bayi yang diberi air susu ibu secara eksklusif lebih rendah intensitas gumoh-nya dibandingkan yang diberikan susu formula.

Beberapa penyebab si kecil gumoh:
  • Katup penutup lambung belum sempurna. Setelah masuk lewat mulut, susu akan masuk ke saluran pencernaan atas, kemudian ke lambung. Di antara organ tersebut terdapat katup penutup lambung yang ada di antara lambung dan kerongkongan. Karena itulah, jika ia baru saja diberikan susu, lalu dibaringkan, ketika katupnya belum sempurna, susu bisa keluar lagi dari mulutnya.
  • Menangis terlalu kencang. Bayi yang menangis sesenggukkan akan membuat udara tertelan berlebihan. Ketika mendapat tekanan berlebihan dari luar, sebagian isi perut bayi bisa keluar. Ada pula kemungkinan si bayi menangis karena tak bisa menelan susu dengan sempurna.
  • Lambung masih terlalu kecil. Bayi memiliki lambung yang kecil. Ketika susu yang ia telan melebihi kapasitas lambung. Ketika bayi menggeliat, tekanan dalam perut menjadi tinggi, alhasil terjadilah gumoh. Gumoh masih terbilang normal ketika cairan yang masuk dan keluar masih seimbang.
Berikut ini adalah beberapa tips untuk mencegah gumoh pada bayi:
  • Buat bayi bersendawa dengan digendong dalam posisi berdiri sambil diletakkan di bahu, lalu tepuk perlahan punggung atasnya setiap usai minum susu.  
  • Berikan susu sedikit demi sedikit, lalu dibuat sendawa, untuk mencegah udara masuk ke dalam lambung. 
  • Ketika gumoh terjadi saat bayi dalam posisi tidur, jangan diberdirikan, lebih baik dibuat dalam posisi menyamping atau dibuat tengkurap untuk mengurangi kemungkinan cairan lambung masuk ke paru-paru..
  • Periksa nipple (dot) pada botol susu Jika Anda menggunakan botol, pastikan lubang pada nipple (dot) botol sudah dalam ukuran yang tepat. Jika terlalu besar, susu akan mengalir terlalu cepat. Sementara jika terlalu kecil, bayi Anda mungkin akan frustrasi. Tepat tidaknya ukuran lubang pada botol susu bayi, bisa terlihat dari tetesan susu ketika botol dibalikan. Jika tetesan susu sedikit, maka ukurannya sudah benar. 
Jika si kecil bisa gumoh lebih dari 5 kali sehari dan terlalu sering, maka si kecil bisa kekurangan cairan. Agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan akibat gumoh, sebaiknya segera bawa bayi Anda ke dokter.


16.08 | 0 komentar

Pilah-pilih sekolah anak

Written By dti on Kamis, 17 Mei 2012 | 16.30

Tidak lama lagi dunia pendidikan akan memasuki tahun ajaran baru,  ini artinya anda sebagai orang tua harus memikirkan dan mencari sekolah bagi putra dan putri kesayangan anda. Kapan sebaiknya mulai mencari sekolah untuk anak? Apa pula yang harus diperhatikan dalam memilih sekolah untuk anak? Pastinya anda tidak mau salah pilih sekolah untuk sang buah hati anda. Pada rubrik ini akan kami paparkan beberapa tips dan trik dalam memilih sekolah. ada dua faktor terpenting yang harus diperhatikan orangtua dalam memilih sekolah bagi anaknya, yaitu kemampuan finansial orangtua dan kebutuhan anak.

 Masa kanak-kanak adalah masa bermain.
Lantas, sejauh mana sih kebutuhan seorang anak masuk Play Group / Kelompok Bermain (KB)? Anak sebenarnya belum "wajib" bersekolah hingga usia 3 tahun. Alasannya, stimulasi yang dibutuhkan anak di masa usia ini sebenarnya masih dapat dipenuhi di rumah. Namun, tidak setiap lingkungan rumah dapat memenuhi kebutuhan anak, dan belum tentu tahu kebutuhan anak secara tepat, apalagi jika kedua orangtua bekerja dan anak di rumah hanya bersama babysitter atau pembantu. Yang perlu di ingat, Play Group / TK adalah lingkungan belajar perdana dan formal bagi anak,  jadi pandangan anak tentang sekolah mulai terbentuk dari Play Group atau TK ini. Apakah kegiatan sekolah itu menyenangkan bagi seorang anak, bisa ditentukan dari pengalaman pertamanya ini. Oleh karena itu pilih sekolah dimana anak merasa senang dan menikmati aktivitas belajarnya.

Masa SMP & SMA
Seiring bertambahnya usia anak, minat atau kesukaan pada sebuah sekolah juga menentukan. Bagi anak-anak yang hendak melanjutkan ke SMP dan SMU, sebaiknya pilihan sekolah mana saja yang akan dituju, dibahas bersama anak. Di usia ini anak sudah bisa diajak berdiskusi tentang pilihan sekolah, jauh-jauh hari sebelum ujian masuk. Anak juga sedini mungkin sudah harus mulai diajak berdiskusi tentang sekolah pilihannya. Untuk pilihan sekolah, biasanya mulai pada saat mau masuk SMP, kemudian ketika mau masuk SMA. Tidak tertutup kemungkinan anak juga sudah punya pilihan ketika mau masuk SD, Tapi di usia ini memang orang tua yang lebih dominan menentukan. Di usia SMP dan SMA, anak masih dalam masa remaja dimana mereka juga sedang membentuk jati diri. Nah, keleluasaan menentukan pilihan secara mandiri, termasuk pilihan sekolah, akan sangat menunjang proses ini. 

SEKOLAH UNGGULAN
Bagaimana dengan sekolah unggulan atau favorit? Kebanyakan orangtua memang menginginkan anak-anak mereka masuk sekolah favorit, dengan beragam alasan. Bahkan, meski harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit sekalipun. Padahal, belum tentu sekolah favorit cocok bagi anak. Lalu, apa, sih, sisi positif dan negatif sekolah unggulan/favorit? Semuanya didasarkan pada kondisi dan kebutuhan masing-masing anak. Sekolah favorit bisa menjadi negatif jika memang tidak sesuai dengan kondisi, kebutuhan, dan minat anak. Setiap sekolah unggulan biasanya memiliki standar tertentu (bukan hanya sebagai kriteria masuk, tapi juga standar dalam proses belajar seterusnya selama di sekolah itu).

Garis Besarnya...
  • Mencari sekolah harus realistis, sesuaikan dengan kemampuan anak, baik akademis maupun sosialisasi. Hindari terlalu memaksakan kehendak pribadi orang tua, sehingga malah membuat anak merasa tersiksa di sekolah.
  • Jangan memilih sekolah yang akan membebani kondisi finansial anda dan keluarga, karena ketika anda tidak sanggup untuk membayar biaya sekolah maka hal ini akan menentukan kelanjutan nasib pendidikan anak anda di sekolahan tersebut.

Atau bisa juga faktor – faktor dibawah ini yang mungkin bisa menjadi pertimbangan anda, diantaranya :
1.    Lokasi
pilih lokasi sekolah yang mudah dijangkau termasuk transportasinya.
2.    Biaya
sesuaikan biaya sekolah dengan kemampuan finansial anda dan keluarga.
3.    Kurikulum & Metode pengajaran
Pilih sekolah yang memiliki kurikulum & metode pembelajaran yang up to date.
4.    Fasilitas Penunjang
Ada baiknya anda juga memperhatikan fasilitas – fasilitas yang dimiliki sekolah dalam menunjang kegiatan belajar mengajar.
5.    Aman & nyaman
Hal ini tidak kalah pentingnya untuk di pertimbangkan, karena belakangan ini marak terjadi penculikan terhadap anak – anak. Serta rasa aman dan nyaman dalam lingkungan sekolah membuat anak lebih mudah menyerap pelajaran.


16.30 | 0 komentar

Label

Document (1) Elektronik (1) Gadget (12) Handphone (2) Ibu dan Anak (8) Internet (3) Kesehatan (6) Komputer (13) Kuliner Daerah (1) Olahraga (5) Otomotif (5) PDF (1) Pendidikan (3) Politik (1) Rona Kehidupan (6) Sekolah (1) Tabungan (4) Tanah Air Indonesia (1) Teknologi (5) Usaha (1)

Daftar Isi

Followers

Alexa Rank